PEKANBARU (Tim Dokumentasi dan Publikasi OSIS 2025/2026) – Doa-doa khusyuk mengalun dari dua lokasi yang berbeda. Siswa kelas XII Muslim mengikuti acara Khatam Al-Qur’an sementara siswa XII Kristen berkumpul dalam ibadah doa bersama. Di tengah keberagaman masing-masing mereka berdoa, satu harapan mengikat mereka dalam memohon keberkahan di penghujung perjalanan masa bangku SMA.
Acara ini turut dihadiri orang tua/wali siswa kelas XII SMAN 1 Pekanbaru pada Kamis (05/02/2026). Siswa kelas XII Muslim mengikuti acara Khatam Al-Qur’an yang diselenggarakan di lapangan basket sekolah, sementara siswa Kristen mengikuti Ibadah Doa Bersama di Aula Lantai tiga.
Kegiatan Khatam Al-Qur’an dipandu oleh Zuhrina dan Azra yang diawali dengan lantunan merdu ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Zulfahmi dan Fitriah. Kemudian acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Kepala Sekolah SMAN 1 Pekanbaru, Baini, “Kami telah membekali siswa SMAN 1 Pekanbaru dengan berbagai potensi. Kini saat mereka jauh dari pengawasan langsung orang tua dan sekolah, kami yakin mereka mampu menjaga diri, tidak akan mengecewakan orang tua dan almamater, serta mempertahankan nilai-nilai positif yang telah ditanamkan di SMAN 1 Pekanbaru,” ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Al-Mulk oleh Grup Tahfidz SMAN 1 Pekanbaru. Dalam acara ini, turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang diwakili oleh pengawas sekolah dan Ketua MKPS SMA, SMK SLB Kota Pekanbaru, H. Zupri telah memberikan sambutannya. Dalam sambutannya, beliau berpesan bahwa orang yang sukses di masa depan adalah orang yang mampu mendisiplinkan dirinya sendiri. Siswa kelas XII SMAN 1 Pekanbaru yang akan segera lulus ini harus sadar terhadap tantangan di luar sekolah sangat berat. Mendisiplinkan diri terutama dalam menjaga diri adalah kunci agar tidak terjerumus pada hal negatif diluar sana.
Suasana semakin khidmat dengan lantunan shalawat yang dibawakan oleh Safira dan Yuni sembari mengajak seluruh hadirin agar bershalawat bersama untuk mendapatkan kemuliaan dan syafaat di akhirat kelak. Memasuki puncak acara Khatam Al-Qur’an dimulai dengan perwakilan kelas 12 dan perwakilan guru agama yang duduk di tempat yang telah disediakan untuk melaksanakan khatam secara bergantian.
Tibalah pada momen paling mengharukan yang terjadi saat Reyhan sebagai perwakilan dari siswa kelas XII mempersembahkan puisi tentang Ibunda dengan iringan lagu yang dinyanyikan Dian serta Safira berjudul “Bunda” untuk orang tua yang menyiratkan pesan mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada ibu yang telah melahirkan, merawat, dan membesarkan dengan penuh kasih sayang.
Acara kembali diisi dengan penyampaian muhasabah yang menyentuh hati oleh Ustadz K.H Rino Agung, beliau menegaskan bahwa setiap anak telah memiliki aset akhirat karena telah dididik mencintai Al-Qur’an selama mereka bersekolah di SMAN 1 Pekanbaru. Beliau juga berpesan bahwa kesuksesan sejati seorang siswa bukan hanya terletak pada kemampuannya mengkhatamkan Al-Qur’an, melainkan pada sejauh mana ia mampu memuliakan dan membahagiakan orang tuanya. Dalam momen paling khusyuk, Ustadz K.H Rino Agung memandu ritual doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Orang tua diminta memegang kepala anak dan mengikuti bacaan doa yang dipandu oleh Al-ustadz seraya para siswa bersimpuh dan mencium tangan orang tua dengan lama. Doa ini ditiupkan ke ubun-ubun sebagai bekal agar anak sukses sampai tetes darah terakhir dengan naungan ilmu agama.
Usai muhasabah, suasana penuh haru kembali hadir memenuhi lapangan basket. Puisi Kembali ditampilkan oleh Bidari sebagai perwakilan siswa kelas XII yang didedikasikan untuk orang tua tentang Ayah dengan iringan lagu “Hanya Rindu” oleh Dian dan Safira yang menggambarkan pengorbanan tiada henti seorang ayah demi kebahagiaan sang keluarga.
Acara ditutup dengan sesi salam-salaman antara siswa, guru, dan orang tua yang diiringi lagu “Assalamualaika” dan “Marhaban Ya Ramadhan” hingga menciptakan suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan keberkahan.
Sementara itu, di Aula Lantai 3, suasana khidmat dan penuh sukacita tercipta dalam kegiatan Ibadah Doa Bersama. Acara yang dipandu oleh Steffanie ini diawali dengan kata sambutan oleh Manta Meliala. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasinya atas perkembangan luar biasa yang ditunjukkan siswa kelas XII selama tiga tahun terakhir. Setiap pencapaian siswa tidak terlepas dari dukungan penuh orang tua yang selalu hadir dalam setiap kegiatan sekolah.
Manta juga berpesan agar siswa dapat mempersiapkan diri dengan matang untuk langkah selanjutnya setelah SMA, meski jauh dari pengawasan langsung orang tua dan guru, siswa harus mampu menjaga diri dan mempertahankan nilai-nilai positif yang telah ditanamkan di SMAN 1 Pekanbaru.
Suasana ibadah semakin hikmat dengan pujian rohani yang dipandu oleh song leader Princess dan Bona dengan iringan piano Marudut yang dinyanyikan secara bersama-sama dengan judul Segala Puji Syukur, Yesus Kekasih Jiwaku dan Ada Satu Sobatku yang menghadirkan suasana penuh kehangatan dan syukur.
Setelah doa pembukaan yang yang dipimpin oleh Ermita Sembiring, kebaktian dilanjutkan dengan pujian “Trimakasih Tuhan” yang dinyanyikan bersama oleh seluruh hadirin. Suasana semakin khusyuk saat Bona dan Gabriel tampil membawakan duet “Penolong yang Setia” yang penuh penghayatan. Rangkaian pujian dilanjutkan dengan “Seperti Rusa Rindu SungaiMu” yang mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan kerinduan akan kasih Tuhan.rinduan akan kasih Tuhan.
Memasuki sesi renungan, pendeta menyampaikan tentang besarnya kasih orang tua kepada anak melalui 1 Korintus 13:1. Beliau menekankan bahwa bagaimanapun kelakuan anak, orang tua selalu berusaha menasihati dan menerima mereka apa adanya. Ia berpesan agar siswa tetap menjaga iman di tengah tantangan kehidupan, dengan doa orang tua sebagai bekal terkuat yang menyertai mereka.
Usai renungan, kebaktian dilanjutkan dengan persembahan pujian “Betapa Hatiku” yang Kembali dinyanyikkan secara bersama-sama. Momen paling mengharukan terjadi saat Princess dan Fasha menampilkan duet “Di Doa Ibuku Namaku Disebut”.
Puncak kebaktian dari acara ini adalah sesi peneguhan anak, di mana para siswa kelas XII menghadap orang tua mereka untuk meminta didoakan dan memohon berkat dalam perjalanan hidup selanjutnya. Suasana terasa penuh emosi dengan sang anak dan orang tua yang saling berpelukan.
Acara dilanjutkan dengan pujian “Semua Baik” yang membawa semangat pengharapan bahwa Tuhan selalu memiliki rencana yang baik bagi setiap anak. Dilanjutkan dengan “Tuhan Selalu Menolongku” sebagai pengingat bahwa pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Ibadah Doa Bersama ditutup dengan doa penutup dan doa berkat yang dipimpin oleh pendeta.
Publikasi : HUMAS OSIS 2025/2026
Guru Pembimbing : Guru Bahasa Indonesia




