SMA NEGERI 1 PEKANBARU

Jalan Sultan Syarif Kasim No. 159, Pekanbaru 28141

Tiada hari tanpa belajar!

GURU SMA NEGERI 1 PEKANBARU PESERTA SHORT COURSE BELAJAR HOTS DI AUSTRALIA TURUT KENALKAN TANJAK DAN KAIN SONGKET

Jum'at, 17 Mei 2019 ~ Oleh Budi Arianto ~ Dilihat 533 Kali

Salah satu arah kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan diwajibkan selalu mengembangkan dirinya melalui pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Pengembangan kompetensi tersebut dapat dilakukan secara mandiri atau mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Pengembangan keprofesian secara berkelanjutan bagi guru sebagaimana amanat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran/bimbingan dan tugas tambahan lain yang relevan untuk pengembangan karir guru khususnya dalam kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru. Melalui kegiatan pengembangan kompetensi diri ini akan terwujud pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional yang memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, memiliki kepribadian yang matang, kuat dan seimbang. Denagn demikian pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan terampil membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penyajian layanan pendidikan yang bermutu. Disamping itu, pendidik dan tenaga kependidikan dapat membantu dan membimbing peserta didik untuk berkembang dalam mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat berubah pada masyarakat abad 21 dan menghadapi era revolusi industri 4.0.

Pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan ke luar negeri ini diikuti oleh sekitar 1.200 orang guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, widyaiswara, tutor, pendidik Paud dari seluruh Indonesia. Program ini merupakan apresiasi dalam rangka peningkatan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang telah mengabdikan dirinya dengan penuh tanggungjawab dan berdedikasi serta memiliki prestasi dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan. Selama mengikuti program pelatihan di luar negeri, pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan dapat menyerap semua materi yang diberikan dan budaya pembelajar yang dialami kemudian dapat diamalkan dan dipraktikkan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolahnya masing-masing serta menyebarluaskan semua yang didapatkan kepada pendidik dan tenaga kependidikan di sekitarnya dan di kelompok kerjanya.

Adapun latar belakang dilaksanakannya Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ke Luar Negeri adalah sebagai berikut :

  1. Perlunya penambahan wawasan kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di dunia.
  2. Pentingnya memberikan pengalaman kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan terhadap proses pembelajaran dan mengalami serta memperhatikan langsung budaya belajar di sekolah dan institusi
  3. Peningkatan kompetensi dalam penerapan pembelajaran kecakapan Abad 21 kepada Pendidik an Tenaga Kependidikan
  4. Peningkatan pengetahuan penerapan pembelajaran yang mengarah pada kemampuan menghadapi revolusi industri 4.0
  5. Bentuk Apresiasi kepada Pendidikan Tenaga Kependidikan Berprestasi

Adapun tujuan umum dilaksanakannya pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan ke luar negeri adalah untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi tugas dan fungsi masing-masing. Sedangkan tujuan khusus pendidikan dan pelatihan guru ke luar negeri yang disesuaikan dengan negara tujuan dan karakteristik masing-masing kelompok peserta adalah mendapatkan:

  1. pendalaman substansi materi pada bidang studi/mata pelajaran dan program keahlian untuk beberapa unit kompetensi;
  2. pengalaman nyata dan wawasan tentang interaksi antar budaya;
  3. pemahaman tentang sistem pendidikan yang diterapkan di negara lain;
  4. pengalaman mempelajari proses pembelajaran di kelas dan kelompok belajar;
  5. pengalaman dalam melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik;
  6. pengalaman mempelajari kepemimpinan, manajemen dan supervisi sekolah;
  7. wawasan kerja di industri;
  8. wawasan dalam implementasi kerja sama antara sekolah, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan industri (pelaksanaan link and match);
  9. wawasan dalam pengembangan dan implementasi kompetensi abad 21 dan revolusi industri 4.0.

Program pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan ke luar negeri ini akan diikuti oleh 44 orang pendidik dan tenaga kependidikan sebagai berikut :

  1. Guru SD
  2. Guru SMP, SMA, SMK Mata Pelajaran PPKn dan Ilmu Sosial
  3. Widyaiswara
  4. 44 orang peserta yang mengikuti program ini ke Monash University dan Jiangsu Vocational Institute Of Architectural Technology.

Adapun jumlah peserta yang akan mengikuti program pelatihan ke luar negeri ini sebagai berikut :

NO

JABATAN

NEGARA TUJUAN

JUMLAH

AUSTRALIA

CINA

1

Guru

30 orang

10 orang

40 orang

2

Widyaiswara

2 orang

2 orang

4 orang

Jumlah

32 orang

12 orang

44 orang

Perwakilan guru dari berbagai provinsi di Indonesia ini mengikuti program pelatihan "Short Course" ke luar negeri untuk mempelajari materi Higher Order Thinking Skill (HOTS). Perwakilan guru dari Kota Pekanbaru Provinsi Riau yang mengikuti short course di Australia adalah Fitri Anita, M.Pd guru SMA Negeri 1 Pekanbaru. Pelatihan ke luar negeri Tahun 2019 di Australia tersebut merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) PKn dan IPS Malang.

Program ini diikuti oleh pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 1.200 orang yang belajar di berbagai negara, seperti Australia, Cina, Belanda, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Singapura dan India. Adapun guru yang belajar di Australia yang berasal dari PPPPTK PKn dan IPS Malang berjumlah 32 orang. Sebanyak 30 orang terdiri dari guru mata pelajaran IPS Terpadu untuk SMP, PKn, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi dan Ekonomi yang berasal dari tingkat SMP, SMA/SMK dan 2 orang widyaiswara yang merupakan pendamping selama kegiatan pelatihan di Australia. Peserta pelatihan belajar di Monash University of Melbourne, Australia dari tanggal 3 - 22 Maret 2019. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu tahap pre departure atau pembekalan awal di Jakarta selama 4 hari. Pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan short course selama 3 minggu di Monash University of Melbourne Australia dan post departure di PPPPTK PKn dan IPS Malang dilaksanakan selama 5 hari.

"Materi HOTS ini memang sedang dikembangkan oleh negara-negara lain yang merupakan tuntutan sekaligus tantangan masa depan untuk mengembangkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kegiatan short course “Higher Order Thinking Skills” selama 3 minggu di Monash University, Melbourne Australia yang diikuti guru PKn dan IPS ini mendalami keterampilan berpikir tingkat tinggi yang harus dikuasai oleh peserta didik dan bagaimana proses pembelajaran HOTS dalam kegiatan PBM yang dapat dilakukan di kelas maupun di luar kelas. Guru-guru dari Indonesia diberikan pelatihan agar mampu untuk memahami dan mendalami konsep HOTS sekaligus implementasinya di dalam proses pembelajaran terhadap peserta didiknya. Program Pelatihan HOTS yang diberikan kepada guru ini, nantinya juga akan didesiminasikan kembali kepada guru-guru lainnya di Indonesia, “jelas Fitri.

Lebih lanjut Fitri menjelaskan, tujuan dilaksanakannya kegiatan short course ini supaya guru-guru dapat mempelajari serta memperoleh pengetahuan dan keterampilan HOTS untuk nantinya dapat dikembangkan dan diimplementasikan di seluruh sekolah-sekolah di Indonesia. Guru-guru dapat melihat langsung bagaimana proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah luar negeri, dalam hal ini adalah di Australia. Melalui short course ini, guru-guru dapat melakukan suatu studi dan diskusi bersama antar-guru Indonesia dan guru negara lain atau Australia, untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan, keterampilan dan pengalamannya dalam melaksanakan proses pembelajaran di masing-masing negara, serta untuk meningkatkan kerjasama di antara kedua negara, terutama dalam bidang pendidikan. Selanjutnya diharapkan pula bahwa guru-guru Indonesia mempunyai kebanggaan, rasa percaya diri yang kuat dalam menjalankan profesinya sebagai pendidik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," kata Fitri.

Salah satu yang menarik dari program ini, masing-masing guru juga mengenalkan kebudayaan di daerahnya masing-masing. Fitri yang merupakan guru ekonomi di SMA Negeri 1 Pekanbaru ini turut mengenalkan kebudayaan Provinsi Riau. Fitri mengenalkan kebudayaan Melayu Riau seperti tanjak dan kain songket pada saat kunjungan sekolah ke Clayton North Primary School yang diserahkan kepada Edward, wakil kepala sekolah. Pada saat penutupan kegiatan pelatihan, Fitri juga menyerahkan tanjak dan kain songket kepada Wakil Dekan Fakultas Pendidikan Monash University of Melbourne yakni Professor Lucas Walsh.

Foto bersama di depan gedung fakultas pendidikan Monash University of Melbourne

 

Foto tenaga pengajar Monash University of Melbourne

 

Foto di lingkungan kampus Monash University of Melbourne

  1. TULISAN TERKAIT
...

Wan Roswita

Assalamu'alaikum Wr.Wb Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT beserta nabi Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya yang telah memberikan karunia…

Selengkapnya