Login Member
Username:
Password :
Agenda
21 August 2014
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

SEJARAH SMA NEGERI 1 PEKANBARU

SMAN 1 Pekanbaru dapat dikatakan sebagai sekolah tertua yang didirikan di kota bertuah ini. Bahkan dua tahun lebih tua dari provinsi Riau. Karena pada bulan yang sama, bertepatan dengan hari ulang tahunnya 1 Agustus 2005 SMAN 1 Pekanbaru telah berusia 50 tahun, sedangkan Provinsi Riau berusia 48 tahun yang jatuh pada 9 Agustus 2005.

Bagaimana sejarah berdirinya SMAN 1 Pekanbaru yang sudah berusia setengah abad itu? Pada awalnya, Departemen Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan RI untuk daerah Riau khususnya Pekanbaru pada tanggal 1 Agustus 1955 mendirikan SMA Negeri dengan nama SMA Negeri B-C Pekanbaru SK.Mendikbud RI. Nomor : 4083/B/III tgl.18-08-1955.  Sebagai Kepala sekolah ditunjuk JPh Hutauruk yang memimpin sekolah ini sampai 31 Oktober 1957.

Karena memasuki usia pensiun, jabatan yang kosong diisi oleh pejabat sementara yang dipegang oleh Sariamin. Sebagai sekolah tertua di Riau, sekolah ini mendapat bantuan gedung permanen dari PT CPI Rumbai yang diserah terimakan kepada Bupati KDH Kampar pada tanggal 8 Oktober 1957.

Sejak tanggal 1 November 1957 hingga 30 September 1960 SMAN B-C ini dipimpin oleh Drs Farid Kasmy yang kini menjadi guru besar Unri. Farid Kasmy menjadi kepala sekolah kedua setelah JPh Hutahuruk.

Selanjutnya pada tanggal 1 Oktober 1960 SMA B-C berubah menjadi SMAN 1 Pekanbaru, jabatan kepala sekolah digantikan oleh Abdul Latif yang berlangsung sampai 6 Oktober 1987. 
Selama berubah nama ini SMAN 1 Pekanbaru berkembang pesat, sekolah ini sudah melaksanakan tiga jurusan yaitu jurusan Paspal, Ekonomi dan Bahasa dengan meiliki labor IPA, Fisika, Kimia, Biologi serta perpustakaan sekolah.

Tanggal 7 Oktober 1978 hingga 1 November 1980 sekolah ini dipimpin oleh Ahmad Satim dengan masa jabatan kurang dari dua tahun.

Kemudian kepemimpinan dilanjutkan oleh Normalia Harahap yang  berakhir pada bulan Mei 1993. Selama 13 tahun Normalia memimpin sekolah ini. Pada masa ini jumlah siswa tertinggi sekitar 1200 orang dengan 32 kelas. Aktifitas belajar dilkaukan pada pagi/sore didukung dengan semakin lengkapnya fasilitas sarana/prasarana termasuk musala.

Usai kepemimpinan Normalia, sejak itu  SMAN 1 Pekanbaru dipimpin oleh Hj Yusnailis Ilyas. Dalam kepemimpinannya ini kuantitas tidak lagi diutamakan dan lebih memprioritaskan mutu. Seluruh  siswa semuanya masuk pagi. Pada periode ini sekolah melakukan pembangunan gedung bertingkat serta penambahan labor bahasa.
Lulusan siswa dari SMA ini masuk PMDK di perguruan tinggi favorit dan ada yng melanjutkan ke PT negeri/swasta. Periode ini, SMAN 1 Pekanbaru mengadakan Reuni/HUT ke 40.  

Ketika beliau memasuki usia pensiun, tangal 30 Desember 1997 kepemimpinan sekolah dilanjutkan pada Drs Hasan Masri. Pada masa ini nilai Ebtanas tahun ajaran 1998/1999 SMAN 1 Pekanbaru meraih peringkat teratas. Tertinggi dalam perolehan NEM se-Riau dan meraih juara lomba sekolah berwawasan wisata mandala tingkat nasional. Sesuai dengan SK Mendikbud RI nomor 035/0/1997 keputusan tentang nomenklatur berubah nama menjadi SMUN 1 Pekanbaru.

Setelah Hasan Masri pensiun, kepemimpinan dilanjutkan Drs. Saadunir. Pada masa ini, sekolah ini menerapkan sistem School Base Managemen (Manajemen Mutu Berbasis Sekolah) sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. 

Karena dipromosikan ketingkat lebih tinggi di Dinas Dikpora Pekanbaru, terhitung 15 Februari 2002 maka ditunjuk Drs Khaidir. Dalam masa kepemimpinan Khaidir ini ia lebih mengutamakan kerjasama dari setiap unsur terkait (guru, pegawai, siswa, alumni, orangtua dan masyarakat) untuk dapat memajukan sekolah hingga tetap optimal. Kepemimpinan beliau berakhir pada 20 Juni 2012 lalu kemudian dilanjutkan oleh H. Hamdani Hamid, SE., MM dari 21 Juni 2012 sampai 11 Maret 2013, kemudian dilanjutkan oleh Dra. Wan Roswita, M.Pd dari 12 Maret 2013 sampai sekarang.

smansa djaya tempo dulu smansa sekarang